Selamat datang di " Gokugen.Net " Selain kami menyajikan beberapa seputar informasi yang menarik lainnya,Kami juga menjual beberapa aneka ragam dan macam - macam produk kerajinan yang terbuat dari batu kayu fossil (Petrified Wood Art and Stone Wood Fossil) untuk bangku, meja, wastafel dan aneka ragam macam furniture atau kerajianan kayu fossil lainnya, dan masih banyak jenis dan ragam produk kami lainnya...Untuk informasi lebih lengkap silahkan hubungi kami di mobile / Whatsapp +62812 100 444 53 via email andigokugen@gmail.com atau silahkan kunjungi kami pada kolom sektor " Kayu Fossil " untuk melihat beberapa contoh produk kami lainnya...."

Monday, May 30, 2016

Solusi Mengurangi Device Overheating di Galaxy Note 8.0 Yang Sering Muncul

 Galaxy Note 8.0



Note 8.0  hanya dengan sekali lirik, orang pasti akan langsung dapat menebak kalau gadget yang Anda gunakan merupakan buatan vendor asal Korea Selatan tersebut. Dan artinya pula, Anda tak salah pilih, karena seri GALAXY Note dengan layar besarnya merupakan salah satu seri yang masih digandrungi oleh konsumen hingga saat ini, dan menentengnya tentu akan semakin menunjang penampilan Anda. 

Namun bertapapun smartphone anda canggih ataupun mahal ketika terjadi masalah terkadang kita merasa kesal, apalagi tanpa di apa apa tiba overhating alias perangkat anda panas walaupun sudah anda coba untuk mematikan beberapa aplikasi namun hasilnya nihil alias tidak bisa juga dan muncul kembali device overhating terlebih lebih smartphone yang sedang kita gunakan tiba - tiba terhenti tidak bisa di gunakan sungguh membuat anda jengkel dan sungguh mengganggu aktifitas kinerja anda.

Device Overhating terjadi device overheating menampakkan diri adalah akibat pemakaian daya baterai secara berlebihan oleh processor. Device Overheating, bukan meniadakannya . Karena perangkat Galaxy Note 8.0 memang sudah memiliki fitur bawaan yang bisa dan mudah menciptakan kondisi “overheating” jika tidak dipahami dengan benar cara kerjanya.

Apabila kita telah mengetahui dan meng-uninstall program pihak ketiga penyebab Device Overheating, tidak serta-merta secara otomatis selalu menjadikan perangkat kembali normal. Umumnya, voltase baterai tetap akan bergerak naik-turun dengan “liar” tanpa sebab selama jejak program pihak ketiga masih ada / tersisa dalam perangkat.

Untuk menghilangkan efek tersebut, ada beberapa langkah yang perlu dilakukan. Tetapi, ada baiknya jika anda meng-install program pemantau voltase baterai terlebih dulu sebelum melakukannya. Dengan begitu, anda bisa benar-benar memastikan bahwa perangkat benar-benar telah kembali normal setelah proses “wipe cache partition” selesai dikerjakan.

Program untuk memantau voltase baterai tersebut dapat anda dapatkan di Google Playstore atau klik disini

Ada dua metode yang bisa dilakukan untuk membersihkan jejak bekas Device Overheating, yaitu : “wipe cache partition”  dan “wipe data/factory reset“. Berikut penjelasan dan cara menggunakan kedua metode tersebut :

Berikut adalah solusi mengurangi " Device Overheating " di Galaxy Note 8.0 yang sering muncul : 

Mengerjakan “wipe cache partition”

Di bawah ini adalah langkah-langkah yang perlu dikerjakan untuk menghilangkan efek Device Overheating :



1. Dalam kondisi re-charge, matikan (Power Off) perangkat.

2. Tekan tombol Home + Volume Atas + Power

3. Jangan dilepaskan sebelum logo Galaxy Note 8.0 muncul di layar.

4. Begitu logo tampil di layar perangkat, lepaskan tombol Power (saya telah mencoba dengan       melepaskan semua tombol, efeknya sama saja)

5. Anda akan melihat menu Android Device Recovery muncul di layar perangkat.

6. Tekan tombol Volume-Bawah beberapa untuk memilih menu “wipe cache partition” (perhatikan : bukan menu “wipe data/factory reset”).

7. Tekan tombol Power untuk meng-eksekusi menu “wipe cache partition”.

8. Pilih menu no. 1 (menu “reboot system now”) dan tekan tombol Power untuk me-reboot perangkat.

9. Biarkan perangkat (jangan digunakan sama sekali) dalam kondisi re-charge hingga selesai dan dilayar muncul pesan “Charged”.

10. Jangan mencabut charger sebelum proses re-charged benar-benar telah mencapai nilai 100% atau melampauinya.

11. Setelah proses re-charged selesai, lepaskan charger. Nilai voltase yang tertera harus di atas 3,70.




Seandainya penyebab Device Overheating telah berhasil ditemukan dan di-uninstall, begitu metode ini selesai dikerjakan, nilai voltase yang tertera begitu setelah charger di cabut, selalu berada di atas 4,10.

Di point no. 10, saya menekankan agar proses re-charged dikerjakan hingga sempurna. Saya pernah mengabaikan langkah ini beberapa kali, dan untuk beberapa kali itu juga efek Device Overheating masih tetap ada bersarang dalam perangkat.

Jika semua langkah sudah dikerjakan namun nilai votase kembali berubah ke nilai di bawah 3,70, berarti masih ada program pihak ketiga lain yang tertanam dan tetap aktif menciptakan Device Overheating. Anda harus menemukan dan meng-uninstall-nya. Kemudian, mengulang kembali langkah-langkah di atas dari awal.

Mengerjakan Factory Data Reset.

Pada tampilan Android Device Recovery, satu menu sebelum “wipe cache partition”, terdapat menu “wipe data/factory reset”. Menu tersebut berfungsi menghapus semua file dan setting yang terdapat pada perangkat dan mengembalikan perangkat dalam kondisi dasar. Jika anda berniat meng-eksekusi menu ini, pastikan untuk mem-backup account + password dan semua file yang pernah anda buat / download. Selain itu, dibutuhkan kuota internet sebesar kira-kira 1 Gigabyte hingga proses “reset” yang dikerjakan selesai dengan tuntas. Jika anda hanya mengandalkan koneksi internet dari perangkat (tidak menggunakan router / mifi), proses ini akan sangat menyengsarakan.

Diawal paragraph artikel ini, disebutkan bahwa penyebab Device Overheating baru diketahui setelah melalui 8 kali proses Factory Data Reset. Mengapa dibutuhkan proses hingga sebanyak itu?
Factory Data Reset bisa disamakan dengan proses mengembalikan konfigurasi perangkat menjadi standar. Pengaturan (setting) perangkat yang sebelumnya pernah diubah serta program pihak ketiga yang pernah di download dari Google Play store, akan dihapus. Dengan demikian, perangkat dikondisikan sama seperti belum pernah digunakan.

Dalam kasus Device Overheating ini, saya membutuhkan gambaran tentang perilaku perangkat yang dikondisikan pada beberapa konfigurasi pengaturan tertentu. Dengan begitu, bisa diperoleh hasil untuk dijadikan bahan perbandingan untuk mendapatkan pemahaman lebih baik tentang pengaturan konfigurasi perangkat seperti apa yang bisa menjadi pemicu timbulnya pesan Device Overheating. Setiap setelah satu konfigurasi dipelajari selesai dipelajari, maka perangkat harus dikembalikan ke posisi awal.

Cara ini perlu ditempuh agar ruang lingkup permasalahan bisa dipersempit dan tersangka yang menjadi penyebab Device Overheating bisa dikenali keberadaannya. Factory Data Reset terbanyak dikerjakan adalah ketika saya berada pada tahap untuk memastikan ada-tidaknya ketidaksesuaian antara Android Kit-Kat dengan fitur komunikasi (SIM-Card) atau ruang tambahan menyimpan file (SD-Card) yang terpasang pada Galaxy Note 8.0. Dan ternyata, memang tidak ada masalah dengan semua itu.

Pertanyaannya : apakah setiap user Note 8.0 yang mengalami Device Overheating juga harus mengerjakan tahap Factory Data Reset?

Parameternya adalah seandainya kinerja perangkat sudah dalam kondisi tidak sesuai lagi dengan yang diharapkan dan kita sudah tidak mengerti bagaimana mengatasi apa yang sebenarnya sedang terjadi, Factory Data Reset akan sangat membantu untuk mengatasinya dan mengembalikan perangkat ke posisi seperti semula.

Seandainya cukup banyak program pihak ketiga yang anda tanamkan ke dalam perangkat, saya sarankan untuk menjalankan Factory Data Reset. Dengan demikian, tidak banyak waktu yang terbuang untuk mencari salah satu mana dari program pihak ketiga yang menjadi penyebab Device Overheating pada perangkat anda. Selanjutnya, setelah Factory Data Reset selesai dikerjakan, anda bisa mengikuti cara yang saya kerjakan untuk menemukan penyebab Device Overheating di bagian Mencari program pihak ketiga penyebab Device Overheating….

Garis besar cara pengerjaan Factory Data Reset sama dengan “wipe cache partition”, namun membutuhkan waktu lebih lama dalam penyelesaiannya. Pastikan charger telah tertancap ke perangkat dan dalam kondisi menyala sebelum anda meng-eksekusi menu ini. Karena, besar kemungkinan Device Overheating akan muncul dan meng-interupsi saat proses update tengah berlangsung. Tidak ada kerusakan yang ditimbulkan dari interupsi tersebut, hanya saja proses update dan komunikasi data akan langsung terhenti. Anda harus melanjutkannya secara manual melalui Google Playstore.

Sama halnya dengan mengerjakan “wipe cache partition”, biarkan charger tetap tertancap mengisi baterai hingga tertera tulisan “Charged” pada layar perangkat.

Pastikan juga opsi Backup My Data dan Automatic Restore dalam kondisi “tidak ter-centang” sebelum proses dilanjutkan. Dengan begitu, setelah proses Factory Data Reset selesai, seluruh pengaturan perangkat akan dikembalikan sesuai standar yang ditentukan oleh Google dan Samsung.

Menjalankan proses Factory Data Reset melalui pilihan “wipe data/factory reset” yang terdapat pada menu Android Device Recovery memiliki kesamaan hasil akhir dengan yang terdapat pada Settings – Personal – Backup & Restore – Personal data – Factory Data Reset.




Setelah proses Factory Data Reset dan online-update dari Google dan Samsung selesai dikerjakan, biarkan semua pengaturan dalam kondisi default. Jangan diubah dulu sebelum anda memastikan dan telah menemukan penyebab Device Overheating.

Memang, pengaturan perangkat dalam kondisi default, belum tentu sesuai sebagaimana dengan yang kita inginkan. Namun perlu kita pahami, bahwa dalam kondisi pengaturan seperti itulah perangkat bisa berfungsi dengan benar secara umum. Maksudnya, dalam kondisi dasar seperti itu, perangkat akan ber-perilaku sama bagi user mana pun yang menggunakannya.

Jadi biarkan saja dulu pengaturan perangkat untuk sementara tetap berada pada default-nya. Anda bisa mengubahnya sesuai selera setelah penyebab Device Overheating berhasil ditemukan dan disingkirkan.

Saya pun (akhirnya) memutuskan untuk membiarkan pengaturan perangkat dalam kondisi sebagaimana yang telah menjadi default – nya. Dengan demikian, saya bisa mempelajari hal seperti apa yang menjadi kekuatan dan kelemahan perangkat sebenarnya secara umum dibanding produk sejenis namun berbeda pabrikan. Berangkat dari pemahaman inilah saya bisa mengetahui cara memperlakukan perangkat sesuai batas kemampuan yang dimilikinya.

Mencari program pihak ketiga penyebab Device Overheating

Selama perangkat dalam kondisi Device Overheating, dinamika pergerakan nilai voltase baterai sering terlihat jelas saat terjadi komunikasi antara perangkat dengan internet. Komunikasi ini timbul atas permintaan program yang tertanam dalam perangkat. Baik itu program yang berasal dari Google, Samsung dan pihak ketiga.

Setelah mendapat kepastian bahwa tidak ada masalah dengan Kit-Kat dan program bawaan lainnya dari Samsung, berarti, tersangka utama selanjutnya adalah program pihak ketiga yang memiliki fitur kewenangan untuk melakukan komunikasi data via internet secara otomatis. Program pihak ketiga yang memiliki fitur seperti itu, biasanya, banyak dimiliki oleh program yang berkaitan erat dengan ranah sosial-media (facebook, twitter, BBM dsb) dan berita / news (Yahoo, Detik, Opera dsb).

*** Update 05 Oktober 2015 ***

Beberapa program penghemat baterai yang memiliki otoritas untuk menghentikan / mengaktifkan komunikasi data / wifi secara otomatis, merupakan salah satu penyebab Device Overheating.

*** End Update ***

Untuk memulai penelusuran, saya membatasi hanya dengan menginstall dua program pihak ketiga yaitu : Firefox dan UCBrowser. Kedua browser tersebut saya gunakan untuk mengakses semua situs sos-med, news dan situs lainnya yang biasa saya kunjungi. Dengan cara ini, tidak akan pernah ada komunikasi via internet secara otomatis yang berasal dari perangkat ke situs-situs sos-med dan news. Komunikasi data baru terjadi ketika saya menggunakan FireFox untuk mengunjungi mereka.

Bisa juga dengan menggunakan Google Chrome, tetapi saya mendapatkan konsumsi memory yang jauh lebih besar oleh Chrome dibandingkan Firefox dalam mengerjakan tugas yang sama.

Setelah urusan sos-med dan news dengan menggunakan browser telah beres, lalu satu demi satu program game saya install ke dalam perangkat. Setiap satu game ter-install, saya berikan jeda waktu 48 jam sebelum game berikutnya diinstall. Setelah meyakini tidak ada masalah dengan game-game yang terpasang di perangkat, saya melanjutkan dengan meng-install program sos-med dan news yang berdiri sendiri.

Setelah beberapa hari kemudian, saya memutuskan untuk menyingkirkan semua program sos-med dan news yang berdiri sendiri. Beberapa diantaranya merupakan pemicu Device Overheating setelah mulai diaktifkan (digunakan). Itu bisa saya pastikan karena setelah program-program tersebut di uninstall, lalu mengerjakan langkah “wipe cache partition” seperti sebagaimana yang sebelumnya dideskripsikan, notifikasi Device Overheating pun benar-benar lenyap.

Saya tidak tahu, salah satu mana dari program-program tersebut yang sebenarnya menjadi pemicu Device Overheating. Saya belum mau mencari tahu lebih jauh tentang itu karena fungsi program-program tersebut (saat ini) masih bisa digantikan dengan UCBrowser dan FireFox.

Untuk menggantikan keberadaan icon-icon program sos-med dan news, ternyata, FireFox memiliki fitur untuk membuat “icon” sebagai “shortcut” agar situs yang hendak dikunjungi bisa langsung di akses via Firefox. Jadi, saya tidak perlu membuka FireFox secara manual. Cukup dengan men-tap icon yang telah dibuatkan, lalu secara otomatis Firefox akan menyajikan situs yang akan di kunjungi dilayar perangkat.

Saat ini, semua komunikasi data dalam bentuk apapun yang bisa membuat perangkat Note 8.0 saya melakukan back-ground process secara otomatis, hanya terjadi dan dilakukan via Google, Samsung dan semua game yang diinstall ke dalam perangkat. Kondisi seperti ini membuat saya lebih mudah memantau perkembangan perangkat terhadap pengaruh setiap program pihak ketiga berikutnya yang hendak dan telah diinstall.

Cara yang saya gunakan tersebut, mungkin, tidak sesuai bagi anda yang memiliki kepentingan dan aktivitas di ranah sos-med dan / atau news. Saya belum menemukan alternatif yang bisa menjadi solusi untuk masalah itu. Untuk saat ini, cara di atas merupakan jalan terbaik yang saya ketahui untuk menghindari Device Overheating di Galaxy Note 8.0.

*** Update : 21 September 2015 ***

Jangan menggunakan perangkat selama proses charging berlangsung. Baik saat perangkat dalam kondisi normal, maupun saat sedang mengalami Device Overheating. Seandainya memang hendak digunakan sebelum proses charging selesai, lebih baik lepaskan “jack charger” dari perangkat. Anda bisa kembali melanjutkan charging setelah perangkat selesai digunakan.

*** End Update ***

Tidak ada masalah antara Galaxy Note 8.0 dengan Android Kit-Kat yang terpasang di dalamnya. Saya bisa pastikan hal itu karena sejak tanggal 22/4/2015, Device Overheating sama sekali tidak pernah tampil di area layar notifikasi. Perangkat dapat berfungsi dengan sempurna untuk memenuhi aktivitas multimedia streaming / offline, game online / offline dan aktivitas lainnya.

Semua berjalan dengan normal layaknya saat menggunakan (bahkan lebih baik dari) Jelly Bean.

Lalu, bagaimana  pernyataan saya sebelumnya di artikel berbeda yang hendak mengganti Note 8.0 dengan perangkat sejenis namun berbeda pabrikan?

Semua pernyataan itu saya tarik kembali. Demikian juga dengan prasangka negatif terhadap Samsung yang seolah-olah melakukan pembiaran  dalam menanggapi kasus Device Overheating ini. Tidak ada yang salah dengan Galaxy Note 8.0. Demikian juga halnya dengan Kit-Kat. Keduanya berfungsi dengan benar dan memiliki integrasi sempurna sebagai perangkat keras dengan perangkat lunak yang mengoperasikannya.

Kejadian yang sebenarnya adalah ada beberapa pembuat program pihak ketiga yang tidak sepenuhnya memahami integrasi antara perangkat keras Note 8.0 dengan Kit-Kat. Sehingga, ketika program-program tersebut kita install kemudian diaktifkan, akan memicu ketidaksesuaian (incompatible) pada fitur yang dimiliki perangkat keras Galaxy Note 8.0 dan mengubah default Kit-Kat dalam menangani respon perangkat keras.

Pihak Samsung sendiri telah mendistribusikan sebuah program kecil (Security Policy Updates) secara otomatis ke dalam perangkat untuk membuat penyesuaian dalam memaksimalkan kinerja perangkat keras dengan Kit-Kat.

Nah, sebagai penutup cerita Meredam Device Overheating ini, sekali lagi saya tekankan, tidak ada yang salah dengan Galaxy Note 8.0 dengan Kit-Kat sebagai OS-nya. Memang, meskipun sekarang masalah Device Overheating telah berhasil diredam, masih terbuka kemungkinan perangkat untuk kembali bermasalah di kemudian hari. Entah bagaimana bentuknya dan apa penyebabnya, kita tidak akan pernah mengetahuinya dan saya memilih untuk tidak mengkhawatirkan hal itu.

Untuk saat ini, saya hendak sepuasnya menikmati kondisi perangkat yang telah kembali normal. Bagi saya, Galaxy Note 8.0 + Kit-Kat, merupakan satu produk yang menyenangkan sebagai “rekan” sehari-hari dalam wujud dunia digital.

Selamat mencoba!

Sumber : listrikdirumah.com , google image.





1 comment:

  1. This Problem is soved On 3alamSoft
    I was have the same problem On my N5100 Note Device Over Heating
    open the Note and clean the Battery Socket and Charger Socket
    http://www.3alamsoft.com/

    ReplyDelete